Selamat Datang

Selamat datang di blog Pasar Domba Garut pusat investasi usaha peternakan domba Garut di Desa Sindangsari Kec. Sukasari Kab. Sumedang Jawa Barat, Contact Person: Agus Sukradita, phone: 085312882277

Menu

Sabtu, 21 Juli 2012

Perawatan Tanduk Domba Garut.


Tanduk bagi domba Garut merupakan perlambang kejantanan, ketampanan serta kegagahan yang tidak hanya membuat domba tersebut indah dipandang mata melainkan mampu melambungkan harga. Sebaliknya domba jantan yang tidak bertanduk sekalipun bobot tubuhnya mencapai bobot maksimal 80 kg plus rambutnya dibikin modis, tetap saja terasa masih ada yang kurang atawa kurang sempurna dan tidak mustahil akan berpengaruh buruk terhadap harga.
Pesona tanduk yang mengundang decak kagum orang yang memandangnya akan memberikan kebanggaan tersendiri kepada sipemilik domba utamanya saat Dipamidangan “arena adu ketangkasan” domba Garut dimana ratusan domba tangkas dengan berbagai type dipangkalkan.
Sayangnya tidak semua domba jantan terlahir dengan bawaan tanduk yang indah, ada juga domba yang dalam pertumbuhan tanduknya kurang sedap dipandang mata sehingga agar bentuk tanduk menjadi sesuai dengan yang diinginkan memerlukan perawatan khusus.
Oleh karena itu bersikap teliti terhadap perkembangan tanduk mutlak diperlukan bahkan sejak domba umur semingu (tanduk baru nongtot).
Bagi anda yang telah terampil dalam merawat tanduk jelas tidak ada masalah. Lalu bagaimana dengan yang sama sekali belum pernah melakukannya sedangkan domba kesayangan berada ditangan anda? Mari memulai belajar sejak sekarang. Kan ada  juga perawatan tanduk yang sifatnya rutin, nah dengan rutinitas ini diharapkan kita bisa karena biasa :D
TUJUAN PERAWATAN TANDUK
      A.    mempercepat pertumbuhan tanduk sekaligus memelihara kesehatan tanduk.

KEGIATAN HARIAN:

Mengatur posisi tidur domba jantan.
Selain pakan yang memerlukan perhatian sehari hari, posisi tidur pun khusus untuk domba jantan sangat perlu diperhatikan, sebab berpengaruh kepada proses pembentukan tanduk, lebih lebih dimasa pertumbuhannya karena keadaan tanduk masih lentur serta mudah diarahkan baik secara disengaja maupun tidak.

“Biasakan agar domba jantan tidur dengan posisi kepala lurus.”

Pertumbuhan tanduk akan terhambat apabila domba jantan terbiasa tidur dengan posisi kepala miring sehingga tanduk akan tertekan dan menekan alas tidur.

KEGIATAN DUA HARI SEKALI:

Perawatan tanduk dengan menggunakan “minyak ayam” dan “lemak” yang dioleskan keseluruh bagian tanduk. Tujuannya untuk mempercepat pertumbuhan tanduk secara optimal.

KEGIATAN DUA MINGGU SEKALI:

1. tempat khusus pembutrikan. 2. mencukur bulu disekeliling pangkal tanduk, 3 - 4. penyiakat diseluruh permukaan tanduk, tubuh dan kaki.

Secara berurutan pekerjaan dalam periode ini meliputi:
1.    Pembutrikan: mencukur rambut disekitar pangkal tanduk dengan menggunakan gunting kecil. Membutrik sudah harus dimulai sejak domba jantan berusia satu bulan. Selanjutnya membutrik dilakukan setiap 2 minggu sekali. Di minggu ke empat, kegiatan pembutrikan ini bisa dilakukan pada saat akan memandikan karena domba jantan biasa dimandikan sebulan sekali.
     2.    Pekerjaan beikutnya membilas kepala dengan air hangat sambil menyikat tanduk seusai pembutrikan.

ANAK: Tanduk domba jantan dibawah umur satu tahun umumnya masih empuk (untuk bersikap hati hati boleh dianggap demikian). Jadi saat membersihkan tanduk  cukup dielus elus dengan menggunakan lap yang sudah dibasahi air hangat.

DEWASA: untuk domba jantan dewasa, tanduk dibersihkan dengan menggunakan sikat. Dibagian pangkal tanduk yang tidak terjangkou oleh sikat besar bisa dibersihkan dengan menggunakan sikat gigi yang sudah diolesi sabun mandil.

    3.    Pekerjaan terakhir mengolesi tanduk yang sudah bersih dengan minyak ikan dan margarine, bila perlu gunakan juga minyak kayu putih pada saat domba dijemur dengan ketentuan sebagai berikut:

MINYAK IKAN  : digunakan untuk domba berumur dibawah satu tahun.
MARGARINE    : digunakan untuk domba dewasa.
KAYU PUTIH  : dioleskan dibagian pangkal tanduk dengan tujuan untuk mencegah tanduk keropos/bolong bolong dibagian pangkal.

      B.   Melatih kekuatan tanduk serta memelihara kecantikan tanduk:
Agar tanduk semakin kuat dan sehat, perlu digelar latihan adu ketangkasan yang diagendakan seminggu sekali terutama bagi anda yang memprogram domba jantan sebagai domba laga. Dengan latihan beradu, keberanian domba jantan yang memang terlahir sudah dibekali naluri bertarung akan semakin menjadi pemberani.
Sedangkan untuk merawat kecantikan tanduk, para peternak biasa menggunakan kemiri yang digosokan ketanduk sampai mengkilap. Ada juga sebagian peternak yang menggunakan minyak kelapa agar tanduk terlihat mengkilap.

     C.   Perbaikan bentuk tanduk yang tidak simetris atau tanduk yang merapat kebagian tubuh “biasanya” bagian leher.
Perawatan tanduk pada tarap ini sudah terbilang bengkel tanduk atau reparasi tanduk atau juga salon tanduk. Jadi jelas memerlukan keahlian, sebabnya cara yang ada masih sangat tradisional dan melibatkan penggunaan api. Terlalu beresiko! Bagi anda Yang sedang belajar merawat tanduk perlu didampingi ahlinya, tidak bisa hanya didampingi buku panduan saja (baca petunjuk langsung praktek).
Bagaimanapun keadaan tanduk yang merasa perlu direparasi, umumnya hanya satu tujuan agar tanduk membentuk “simetris”. Bentuk tanduk domba yang simetris  adalah bentuk tanduk sebelah kiri dan sebelah kanan sama besar, sama panjang, sama model arah lilitannya/lengkungannya.
PERLENGKAPAN
1. Tali Tambang untuk mengikat kaki domba agar tidak bisa bergerak selama proses pembentukan tanduk.

2. Obor siap pakai untuk memanaskan tanduk.

3. Kain lap untuk melindungi kepala dan pangkal tanduk.

4. Wadah berisi air untuk membasahi kain lap.

5. Besi berlubang (bolong) untuk melilitkan serta mengurut tanduk. Model dan ukuran lubang disesuaikan dengan keadaan tanduk.

6. Kecap secukupnya untuk melapisi tanduk agar api tidak langsung mengenai tanduk.

7. Korek api atau yg sejenis, untuk menyalakan api obor dan menjaga kalau kalau api padam saat proses pembentukan tanduk berlangsung.

8. Pelepah pisang untuk melindungi bagian kepala disekitar tanduk agar tidak tersengat api

.

POSISI
Domba yang sedang dirawat baiknya dalam posisi tidur sambil dipegang oleh beberapa orang sedangkan dokter tanduk harus fokus kepada pekerjaannya.



MEMULAI PEMBENTUKAN TANDUK.

1. Lindungi bagian pangkal tanduk dengan kain lap basah dan terus disirami agar selalu basah. Sedangkan pelepah pisang dibagian lain disekitar tanduk yang akan disulut api. Pelindung ini dimaksudkan agar domba tidak merasakan panas.

2. Lumuri seluruh permukaan tanduk dengan kecap secara merata.

3. Mulailah proses pemanasan tanduk menggunakan api obor.
    “sampai ditarap ini, cara yang terbaik adalah melihat langsung prakteknya. Gambar yang disertakan dalam artikel ini diambil dari:  Legiun Domba Garut   sekedar sedikit memperjelas tulisan saja

    4.    Apabila dirasakan tanduk sudah lentur mulailah proses pengurutan dengan menggunakan besi pengurut yang sudah dipersiapkan. Berhati hatilah, bersabarlah, yakinlah selama proses pembentukan tanduk ini. Bagaimanapun juga pekerjaan ini tergolong merekayasa anggota tubuh yang sudah jadi dari sononya.
    5.    Setelah tanduk terbentuk sesuai dengan yang diharapkan, besi pengurut jangan dulu dilepas sebelum tanduk benar benar dingin, dikhawatirkan tanduk akan kembali kebentuk semula. Untuk mempercepat pendinginan bisa disirami dengan air.
   6.    Pekerjaan terakhir tinggal menghaluskan tanduk dengan cara pengikiran (dikerokin) menggunakan pecahan gelas atawa pengikir dan sejenisnya hingga secantik mungkin.
    7.    Sehabis dimodifikasi tanduknya, domba harus di istirahtkan beberapa waktu jangan dulu dibawa ke areana adu ketangkasan.

2 komentar:

  1. Informasi yang bermanfaat,Terima kasih.
    http://deni_yudhistira.student.ipb.ac.id

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar anda.